Cacar air sering dianggap penyakit biasa yang “nanti juga sembuh sendiri”. Tapi kalau melihat data terbaru di Indonesia, penyakit ini ternyata masih cukup sering muncul, terutama dalam bentuk klaster di sekolah.
Apa Itu Cacar Air?
Secara medis, cacar air disebut Varicella. Penyebabnya adalah virus bernama Varicella zoster virus.
Gejalanya biasanya:
- Demam ringan sampai sedang
- Lemas
- Ruam merah
- Bintil berisi cairan yang sangat gatal
- Mengering dalam 7–14 hari
Setelah sembuh, virus tidak benar-benar hilang. Ia bisa “tidur” di tubuh dan aktif lagi di kemudian hari sebagai herpes zoster (cacar api).
Kenapa Penyakit Ini Mudah Menyebar?
Cacar air menular lewat:
- Batuk dan bersin
- Kontak langsung dengan cairan bintil
- Kontak dengan benda yang terkontaminasi
Karena itu, kasus sering muncul di sekolah atau lingkungan padat.
Menurut World Health Organization, sebelum vaksin tersedia luas, hampir semua orang akan terkena cacar air sebelum usia dewasa.
Statistik Terbaru Cacar Air di Indonesia
Walaupun tidak selalu masuk headline besar, data menunjukkan cacar air masih aktif terjadi di berbagai daerah.
1. Lonjakan Kasus di Sekolah
Pada tahun 2024, salah satu sekolah di Tangerang Selatan melaporkan 53 siswa terinfeksi cacar air, sehingga pembelajaran sempat dialihkan untuk mencegah penyebaran lebih luas. sumber
2. Ratusan Kasus di Wilayah Banten
Di Provinsi Banten, tercatat sekitar 620 kasus varisela dalam satu periode pemantauan. Angka ini mendorong kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. sumber
3. Data Studi Fasilitas Kesehatan (2021–2023)
Sebuah studi di Makassar mencatat 36 kasus anak terdiagnosis varisela dalam periode 2021–2023, dengan kelompok usia sekolah dan prasekolah paling banyak terdampak. sumber
Kenapa Data Nasional Sulit Ditemukan?
Berbeda dengan campak atau polio, cacar air belum termasuk penyakit dengan pelaporan nasional yang dipublikasikan secara rutin dalam dashboard terbuka.
Selain itu:
- Vaksin varisela belum masuk imunisasi dasar nasional
- Pelaporan sering bersifat lokal atau klaster
- Banyak kasus ringan tidak tercatat secara resmi
Rekomendasi vaksinasi tetap didorong oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Cara paling efektif adalah vaksinasi dua dosis. Selain itu:
- Cuci tangan rutin
- Hindari kontak dengan penderita
- Isolasi sementara jika terinfeksi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, vaksin sangat efektif dalam mencegah penyakit berat dan komplikasi.
Kesimpulan
Cacar air memang sering dianggap penyakit ringan. Tapi data terbaru di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini masih aktif muncul, terutama dalam klaster sekolah.
Karena belum masuk imunisasi wajib nasional, kesadaran masyarakat dan peran orang tua menjadi sangat penting dalam pencegahan.