Kategori: blog

  • bintik bintik

    gila sakit banget nih badan, tulang dan sendi rasanya kaya abis kerja romusha. meriang panas bener rasanya, apalagi klo malam ampun dah ngga bisa tidur. ngga tidur mata pengen merem mulu. ditidurin badan kerasa sakit semua.

    wajar sih kemarenan ngojek kebagian keujanan mulu. masuk angin kali ya?, minta kerokin bini ah biar enakan sama minum neo rheumacyl kaya biasanya. setelah minum obat sama kerokan agak mendingan dikit, bisa buat tidur.

    bangun sahur kok badan tetep berasa ngga enak. istri ngeliatin ada bintik kecil di kepala. “disantet kali pi”. yakali ada yang santet.

    “coba besok periksa aja takutnya kena cacar air kaya adek kemaren”. ia juga ya, perasaan seumur-umur belum pernah kena cacar gw. dan benar setelah bangun habis sahur (ia, gw klo puasa abis subuh tidur lagi) pada keluar dah tuh bintik-bintik kecil isi air.

    ini belum seberapa, bintik nya makin lama makin banyak.

    akhirnya berobat di klinik langganan, dikasih obat buat penurun panas dan nyeri, vitamin, dan antivirus tentunya karena penyebabnya dari virus.

    jadi gitu semoga ini cepet sembuh dan bisa ngojek lagi. mana ngga punya duit, banyak kebutuhan, banyak cicilan, momen puasa, bentar lagi lebaran. aduh pusing.

  • Mari kerjakan

    Manifesto Tindakan: Keluar dari Kepala, Masuk ke Realita

    Seorang pria berdiri di tengah jalan setapak yang dikelilingi tanaman rumput ungu.
    ya gitu aja gayanya

    Pernahkah kamu merasa punya dunia yang sangat besar di dalam kepala, tapi dunia nyata di sekitarmu jalan di tempat?

    Itulah saya selama bertahun-tahun. Saya adalah seorang “ahli strategi” dalam pikiran saya sendiri. Saya bisa merencanakan proyek web yang sempurna, membayangkan alur cerita novel yang epik, hingga menyusun strategi build karakter di Albion Online sampai detail terkecil. Masalahnya cuma satu

    Semua itu seringkali hanya terjadi di kepala.

    Ini dimulai semenjak saya masih anak-anak, dulu sering membayangkankan mengendarai dan berlomba di GP500 selayaknya mike doohan. Mengendarai robot besar seperti di Patlabor sampai manggung di event konser besar band saya membayangkan jadi gitaris super jago.

    dari pinterest

    Dulu saya pikir, merencanakan sesuatu dengan matang adalah kunci sukses. Tapi kenyataannya, bagi orang seperti saya, perencanaan seringkali menjadi bentuk prokrastinasi yang halus. Saya merasa sudah “bekerja” hanya dengan memikirkannya.

    Saya sering menunda karena merasa belum siap, merasa alatnya kurang lengkap, atau masih melakukan serangkaian ujicoba. Hingga akhirnya saya sadar, waktu remaja saya sudah lewat, dan rencana-rencana itu masih berupa debu di sudut ingatan.

    Blog ini dibuat dengan sebagai upaya dan keinginan sederhana

    Mencoba lagi dengan lebih serius

    Saya tidak lagi mengejar kesempurnaan. Saya mengejar progres. Jika saya ingin menulis tentang kesehatan (seperti artikel Cacar Air yang sudah ada), saya akan tulis. Jika saya ingin menceritakan tentang diri saya sendiri akan saya tulis.

    Mungkin terdengar seperti klise dari mulut motivator, tapi kalimat “Tak ada kata terlambat” menjadi pegangan saya sekarang. Memulai di usia sekarang memang terasa berbeda dibanding saat remaja, tapi kita punya satu hal yang tidak dimiliki versi remaja kita dulu.

    Kesadaran akan berharganya waktu.

    Blog ini adalah tindakan untuk menyatakan imajinasi saya. Tempat di mana pikiran-pikiran yang tadinya liar tak tentu arah, dipaksa untuk mendarat dalam bentuk tulisan, desain, dan karya nyata.

    Jika kamu yang membaca ini juga merasa terjebak dalam labirin pikiran yang sama, mari kita keluar bareng-bareng. Kamu tidak perlu punya rencana sempurna untuk memulai. Kamu hanya perlu satu tindakan kecil hari ini.

    dari pinterest juga

    Sapa saya di kolom komentar atau lewat media sosial saya. Mari kita berhenti hanya menjadi pengamat, dan mulai menjadi pemeran utama dalam hidup kita sendiri.

  • TAJAM

    TAJAM

    suatu pagi sekelebat liat acara TV, sekilas pemeran sinetron serasa familiar. liat dimana ya? “itukan yang main lenong bocah dulu” kata iparku. oh ia ya. aku melangkah ke depan rumah. “kalau mereka sekarang sudah dewasa, sekarang aku beranjak tua dong?” pikirku seperti adegan-adegan sinetron yang ngomong dalam hati itu.

    aku harus melakukan sesuatu “fak”.

    seperti biasa di hari minggu pagi aku main komputer, liat-liat berita, denger musik di youtube lagu-lagu 2000an dulu. ia ya, aku sudah “tua”. aku punya komputer/PC lagi setelah dulu jam SMA, aku beli karena istriku minta laptop buat latihan ujian nasional, biar terbiasa katanya. tapi aku belinya PC supaya stay di rumah dan ngga bisa dibawa kemana-mana.

    niatnya beli PC juga sekalian buat main game, nostalgia gitu ceritanya. kebetulan anak ini juga terlihat punya bakat buat streamer jadi sekalian aja buat latihan dia.

    PC yang spek nya “so so” ini bertahan setahunan kalau tidak salah. setelahnya ada saja error nya, entah itu fan CPU nya,PSUnya, hardisk yang sering error dan bad sector. ditambah lagi ternyata daya listrik yang tidak stabil. dan beberapa minggu kemarin windows 10 sudah tidak dapat support lagi, sedangkan untuk upgrade ke windows 11 spesifikasi tidak mendukung.

    akhirnya memilih untuk menggunakan linux lagi. ubuntu, pop os, linux mint, fedora, cachy os, aku coba semua. jadi ingat dulu waktu sma itu. kenal linux dari majalah komputer, dulu suka ada bonus live cd linux. berbagai macam distro. waktu itu aku coba opensuse dan my first impresion is “WOW”.

    paruh baya itu penuh tantangan, supaya tidak monoton dan membosankan. tubuh dan otak sangat butuh kegiatan baru atau update kegiatan lama yang dulu pernah di sukai. aku memilih “ngoprek” dan main game. kamu milih ngapain di masa paruh baya ini?

  • Preambul

    Preambul

    Preambul adalah bagian pengantar atau pendahuluan dari sebuah dokumen resmi, seperti undang-undang, konstitusi, perjanjian, atau piagam. Fungsinya untuk menjelaskan latar belakang, tujuan, dan prinsip dasar yang mendasari dokumen tersebut. aku menyukai kata itu.

    kalau tidak salah ingat waktu smp baru denger kata itu, pada saat pelajaran bahasa indonesia. jaman itu mungkin adalah jaman dimana pertama kali terjadi ledakan neuron di otak. jaman mendengar kata-kata baru. bahasa baru, seperti preambul ini yang baru pertama kudengar. dan yang agak sulit di cerna teman-teman waktu itu adalah “hormon”.

    doorprize, dalam sebuah pagelaran malam tujuhbelasan aku dapat kamus bahasa inggris. senang sekali karena aku bisa tau banyak sekali kata. arti kata, padanan, serapan dan lain lain. mungkin itu ledakan yang kedua yang kuingat.

    aku membawa kamus itu kemanapun ku pergi, aku baca sedikit demi sedikit. aku senang, karena aku jadi tau sesuatu yang baru. tidak lama berselang aku diberikan bapak RPUL. ada yang tau itu apa?